Minggu, 08 Januari 2012

Lingkungan Organisasi Bisnis

Mengapa kita dalam suatu usaha harus memperhatikan faktor lingkungan eksternal bisnis? Karena lingkungan menciptakan ketidakpastian bagi seorang pengusaha atau manajer. Manajer tidak punya informasi cukup mengenai faktor-faktor lingkungan untuk memahami dan meramalkan kebutuhan dan perubahan lingkungan. Karena organisasi merupakan suatu sistem yang terbuka, organisasi-organisasi tsb berinteraksi dengan berbagai dimensi dengan berbagai cara yang berbeda.

Untuk itu apabila kita ingin mengelola suatu usaha, harus memperhatikan peluang pasar dan lingkungan bisnis nya, agak dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang pastinya akan terjadi pada suatu organisasi. Lingkungan organisasi terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal adalah lingkungan yang secara langsung mempengaruhi aktivitas suatu organisasi yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri. Sedangkan lingkungan eksternal adalah lingkungan yang terkait dengan kegiatan operasional organisasi dan bagaimana kegiatan operasional ini dapat bertahan.

Sebagai contoh, saya ingin mengelola suatu usaha rental mobil/sewa mobil. Selain saya harus pintar dalam membaca peluang pasar, saya juga harus memperhatikan faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal bisnis nya. Mengapa saya memilih sebuah usaha rental? karena banyak orang yang ingin berpergian atau melakukan keperluannya dengan cara berkendara mobil, tetapi tidak punya cukup uang untuk membeli sebuah mobil, maka yang mereka butuhkan adalah menyewa sebuah mobil sesuai dengan hari keperluannya. Selain faktor diatas, usaha rental sewa mobil juga masih sedikit adanya ketika saya memulai bisnis tersebut 3 tahun lalu. Sekarang sudah lumayan banyak usaha sewa mobil, yang perlu saya lakukan hanyalah mempertahankan kualitas mobil, mempertahankan pelanggan saya, dan pelayanan jasa nya. Selain hal tersebut, saya harus memperhatikan penerapan nya pada lingkungan bisnis eksternal/makro, seperti :
  • dimensi ekonomi : perekenomian yang tidak merata bagi masyarakat Indonesia merupakan salah satu faktor bagi saya untuk mendirikan usaha ini. Banyak orang yang ingin berkendara menggunakan mobil tetapi tidak punya cukup uang untuk membelinya, maka mereka dapat menyewa mobil dengan bayaran per harinya. Selain itu, bagi pengusaha sewa mobil dapat dibilang membeli mobil secara "gratis" karena uang cicilan perbulan mobil tersebut diperoleh dari hasil menyewakan mobil itu sendiri. Selain itu usaha ini juga dapat mengurangi pengangguran dengan mempekerjakan supir, karena tidak sedikit orang yang menyewa mobil memerlukan supir juga untuk disewa.
  • dimensi teknologi : saya menggunakan sebuah alat pelacak yg biasa kita sebut dengan GPS pada setiap mobil, untuk mencegah terjadi nya pencurian dan pegadaian mobil ketika disewa.
  • dimensi sosial budaya : kebiasaan orang-orang Indonesia yang malas menggunakan kendaraan umum dan ingin berpergian ke luar kota dengan fasilitas yg lebih nyaman membuat tidak sedikit orang menyewa mobil dengan harga yang lebih mahal.
  • dimensi hukum : surat-surat kendaraan setiap mobil harus jelas dan rutin membayar pajak setiap mobil.

sumber :  http://blog.stie-mce.ac.id/rina/2011/08/24/lingkungan-organisasi-bisnis/

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar