Selasa, 23 Oktober 2012

SUMBER DAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN


Pendahuluan
Konsumen yaitu beberapa orang yang menjadi pembeli atau pelanggan yang membutuhkan barang untuk mereka gunakan atau mereka konsumsi sebagai kebutuhan hidupnya.Pembangunan dan perkembangan perekonomian umumnya dan khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan nasional telah menghasilkan berbagai variasi barang dan/atau jasa yang dapat dikonsumsi. Di samping itu, globalisasi dan perdaganan bebas yang didukung oleh kemajuan teknologi telekomunikasi dan infomatika telah memperluas ruang gerak arus transaksi barang dan/atau jasa melintasi batas-batas wilayah suatu negara, sehingga barang dan/atau jasa yang, ditawarkan bervariasi baik produksi luar negeri maupun produksi dalam negeri. Kondisi yang demikian pada satu pihak mempunyai manfaat bagi konsumen karena kebutuhan konsumen akan barang dan/atau jasa yang diinginkan dapat terpenuhi serta semakin terbuka lebar kebebasan untuk memilih aneka jenis dan kualitas barang dan/atau jasa sesuai dengan keinginan dan kemampuan konsumen

Macam-macam Sumber Daya
1. Sumber Daya Ekonomi
Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayahtingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain.

2. Sumber Daya Sementara
a). Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b). Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.
3. Sumber Daya Kognitif
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya schemata—skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya— dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.
4. Pengetahuan Organisasi
Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibelu, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung pada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut.
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsi nya sebagai konsumen.
1. Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk
2. Pengetahuan tentang manfaat produk
3. Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk kepada konsumen

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN



Philip kotler mengemukakan, “Konsumen mempelajari merek-merek yang tersedia dan ciri-cirinya. Informasi ini digunakan untuk mengevaluasi semua alternatif yang ada dalam menentukan keputusan pembeliannya”(1998:170).
Menurut Sutisna, “Setidak-tidaknya ada dua kriteria evaluasi alternatif. Pertama adalah manfaat yang diperoleh dengan membeli produk. Kedua, kepuasan yang diharapkan”(2001:22).
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, ketika berbagai alternatif telah diperoleh, konsumen melakukan evaluasi alternatif. Evaluasi altenatif tersebut, dalam keberadaanya ditentukan oleh keterlibatan konsumen dengan produk yang akan dibelinya.

A. TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1.        Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.
2.        Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
3.        Marketing Strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen. penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.
Ketika konsumen telah mengambil keputusan kemudian evaluasi pembelian masa lalu, digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen individu. Selama evaluasi, konsumen akan belajar dari pengalaman dan pola pengumpulan informasi mungkin berubah, evaluasi merek, dan pemilihan merek. Pengalamn konsumsi secara langsung akan berpengaruh apakah konsumen akan membeli merek yang sama lagi. Panah umpan balik mengarah kembali kepada organisasi pemasaran. Pemasar akan mengiikuti rensponsi konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan.

4 SUDUT PANDANG DALAM MENGANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
·        Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahui semua alternative produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternative yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternative yang terbaik, disebut economic man. Tidak realistis karena;
a. Manusia memiliki keterbatasan kemampuan, kebiasaan dan gerak.
Contoh; orang yang tidak terampil berkomunikasi akan malas bertanya.
b. Manusia dibatasi oleh nilai-nilai dan tujuan.
Contoh; seorang perempuan yang ingin menghangatkan badan tidak harus pergi ke kota untuk membeli ronde, cukup dengan membuat kopi panas untuk memenuhi tujuannya.
c. Manusia dibatasi oleh pengetahuan yang mereka miliki.
Tidak semua informasi mengenai produk bisa mereka pahami, kriteria evaluasi yang ingin mereka bentuk pun tidak akan setepat economic man. Konsumen tidak membuat keputusan yang rasional, tetapi keputusan yang memuaskan adalah keputusan yang cukup baik.

·        Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi. anggapan emotional man itu tidak rasional adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih baik merupakan keputusan yang rasional.

·        Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai cognitive man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya (heuristic) pada keputusan yang memuaskan.

·        Sudut Pandang Pasif
Sudut pandang ini berlawanan dengan sudut pandang ekonomis, konsumen pada dasarnya pasrah pada kepentingan sendiri dan menerima secara pasif usaha-usaha promosi dari para pemasar. Konsumen dianggap sebagai pembeli yang impulsive dan irasional. Kelemahannya adalah pandangan ini tidak mempertimbangkan kenyataan bahwa konsumen memainkan peranan penting dalam setiap pembelian yang dilakukan, baik dalam mencari informasi tentang berbagai alternative produk, maupun dalam menyeleksi produk yang dianggap akan memberikan kepuasan.

4 TIPE PROSES PEMBELIAN KONSUMEN
1. Proses Complex Decision Making
Terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh pengambilan untuk membeli sistem fotografi elektronik seperti Mavica atau keputusan untuk membeli mobil. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan pilihan beberapa merek dengan menetapkan kriteria tertentu seperti kemudahan dibawa dan resolusi untuk sistem kamera elektronik, dan untuk mobil adalah hemat, daya tahan tinggi, dan peralatan. Subjek pengambilan keputusan yang komplek adalah sangat penting. Konsep perilaku kunci seperti persepsi, sikap, dan pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan stratergi pemasaran.
2. Proses Brand Loyalty
Ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari pengalaman masa lalu dan membeli merek yang memberikan kepuasan dengan sedikit atau tidak ada proses pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Contoh pembelian sepatu karet basket merek Nike atau sereal Kellogg,s Nutrific. Dalam setiap kasus disini pembelian adalah penting untuk konsumen, sepatu basket karena keterlibatan kepentingan dalam olah raga, makanan sereal untuk orang dewasa karena kebutuhan nutrisi. Loyalitas merek muncul dari kepuasan pembelian yang lalu. Sehingga, pencarian informasi dan evaluasi merek terbatas atau tidak penting keberadaannya dalam konsumen memutuskan membeli merek yang sama.
Dua tipe yang lain dari proses pembelian konsumen dimana konsumen tidak terlibat atau keterlibatan kepentingan yang rendah dengan barangnya adalah tipe pengambilan keputusan terbatas dan proses inertia.
3. Proses Limited Decision Making
Konsumen kadang-kadang mengambil keputusan walaupun mereka tidak memiliki keterlibatan kepentingan yang tinggi, mereka hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu dari produk tersebut. Konsumen membeli barang mencoba-coba untuk membandingkan terhadap makanan snack yang biasanya dikonsumsi. Pencarian informasi dan evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibanding pada proses pengambilan keputusan yang komplek. Pengambilan keputusan terbatas juga terjadi ketika konsumen mencari variasi. Kepitusan itu tidak direncanakan, biasanya dilakukan seketika berada dalam toko. Keterlibatan kepentingan yang rendah, konsumen cenderung akan berganti merek apabila sudah bosan mencari variasi lain sebagai perilaku pencari variasi akan melakukan apabila resikonya minimal. Catatan proses pengambilan keputusan adalah lebih kepada kekhasan konsumen daripada kekhasan barang. Karena itu tingkat keterlibatan kepentingan dan pengambilan keputusan tergantung lebih kepada sikap konsumen terhadap produk daripada karakteristik produk itu sendiri. Seorang konsumen mungkin terlibat kepentingan memilih produk makanan sereal dewasa karena nilai nutrisinya, konsumen lain mungkin lebih menekankan kepada kecantikan dan menggeser merek dalam mencari variasi.
4. Proses Inertia
Tingkat kepentingan dengan barang adalah rendah dan tidak ada pengambilan keputusan. Inertia berarti konsumen membeli merek yang sama bukan karena loyal kepada merek tersebut, tetapi karena tidak ada waktu yang cukup dan ada hambatan untuk mencari alternatif, proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek. Robertson berpendapat bahwa dibawah kondisi keterlibatan kepentingan yang rendah “ kesetiaan merek hanya menggambarkan convenience yang melekat dalam perilaku yang berulang daripada perjanjian untuk membeli merek tersebut” contoh pembelian sayur dan kertas tisu.

F. TAHAP-TAHAP DALAM PROSES PEMBELIAN
 1. Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan
Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi atau terpuaskan
2. Menilai Sumber-sumber
Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli.
3. Menetapkan Tujuan Pembelian
Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, yang bergantung pada jenis produk dan kebutuhannya
4. Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian
Tahap ketika konsumen mulai mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian
5. Keputusan Membeli
Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika dianggap bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya
6. Perilaku Sesudah Pembelian
Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk tertentu.

Referensi :
http://riantopurba.blogspot.com/2012/10/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian.html
http://genryusai.wordpress.com/2011/12/19/evaluasi-alternatif-sebelum-pembelian/
http://eprints.undip.ac.id/19897/1/Dewi_Repositori.pdf

Menjadi Konsumen "Pintar"

Konsumen yaitu beberapa orang yang menjadi pembeli atau pelanggan yang membutuhkan barang untuk hidup mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada saat ini, perdagangan bebas yang didukung teknologi komunikasi telah dapat kita rasakan. Kita dapat mengkonsumsi produk-produk yang berasal dari dalam maupun luar negri tanpa harus mengunjungi tempat tersebut. Hal ini biasa kita kenal dengan perdagangan online. Kondisi ini memberikan manfaat bagi kedua pihak, yaitu konsumen dan produsen. Produsen dapat memperluas jaringan pemasaran produknya dan konsumen dapat memilij aneka jenis dan kualitas barang sesuai dengan keinginan dan kemampuan konsumen.

Dengan adanya perdagangan online yang semakin meluas saat ini, menimbulkan banyak pertimbangan yang harus dihadapi konsumen sebelum melakukan pembelian. Kita harus mengetahui detail produk secara lebih teliti ketika kita membeli produk via online.Hal ini disebabkan karena kita tidak dapat melihat wujud fisik barang tersebut. Pembayaran yang biasa nya juga dilakukan via transfer, menjadi pertimbangan yang cukup berat, karena biasa nya para produsen online shop hanya mengandalkan sistem kepercayaan dalam melakukan transaksi perdagangan. Rata-rata produsen baru akan mengirimkan pesanan barang segera setelah konsumen mentransfer uang mereka. Banyak oknum pelaku kejahatan yang memanfaatkan kedaan ini untuk melakukan penipuan. Yang menjadi korban dalam keadaan ini bisa dapat konsumen maupun produsen. Konsumen kemungkinan besar bisa mengalami penipuan ketika ia telah mentransfer sejumlah uang untuk barang yang ia pesan, ternyata produsen tersebut tidak mengirimkan barang yang seharusnya dikirim kepada sang konsumen. Sebaliknya, kerugian yang akan dialami produsen yang sering terjadi adalah konsumen mengirimkan bukti slip pembayaran transfer uang palsu kepada produsen untuk melakukan penipuan.

Untuk itu, berhati-hatilah dalam melakukan perdagangan online. Berikut beberapa tips yang bisa anda pakai dalam melakukan perdagangan online :

1). Mencari Situs Belanja Online Terpercaya. Bagi para konsumen yang ingin membeli barang via online, sebaiknya memastikan dulu dengan baik situs online yang akan anda kunjungi untuk membeli produk yang anda inginkan. Cari tahu kepada para konsumen yang sebelumnya telah menggunakan produk dari situs tersebut, apakah barang tersebut sesuai dengan deskripsi yang dipajang di situs tersebut atau tidak.

2). Cek Rekening Pembayaran. Bagi para produsen online, sebelum mengirimkan barang pesanan kepada konsumen, ada baiknya mengecek rekening yang digunakan untuk paembayaran konsumen, apakah uang transfer dari sang konsumen sudah masuk ke rekening anda atau belum. Sebagian besar produsen mungkin menggunakan sistem kepercayaan saja, menaruh kepercayaan kepada konsumen bahwa mereka telah mentransfer uang mereka dengan mengirimkan foto bukti slip pembayaran. Tetapi lebih baik bagi kita untuk mengecek uang tersebut memang sudah masuk atau belum guna menghindari penipuan dan kerugian yang akan di alami nanti nya.

3). Memilih Jasa Pengiriman Barang Yang Baik. Pengiriman barang adalah proses terakhir dalam melakukan transaksi perdagangan online. Produsen sebaiknya memilih jasa  pengiriman ternama, yang sudah terpercaya kualitas kinerja nya sesuai dengan penawaran yang sediakan. Karena jika konsumen menerima barang terlambat dari waktu yang sudah ditentukan, walaupun kesalahan terletak pada jasa pengiriman bukan pada produsen barang, akan memungkinkan kekecawaan konsumen dalam membeli produk tersebut.

Demikian tips yang bisa anda coba, semoga bermanfaat.

Evaluasi Yang Harus Dilakukan Oleh Para Konsumen Sebelum Melakukan Pembelian Suatu Produk

Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, harus mampu mengetahui semua alternative produk yang tersedia yang ditawarkan oleh para produsen. Sebelum membuat keputusan untuk melakukan pembelian terhadap suatu barang, tentu nya kita harus mengetahui seluk beluk dari produk tersebut terlebih dahulu. Setelah mengetahui detail dari produk tersebut, kita juga harus mengetahui manfaat yang akan kita peroleh setelah kita mengkonsumsi produk tersebut. Hal ini dilakukan agar kita mendapatkan kepuasan maksimal yang diharapkan ketika kita mengkonsumsi produk tersebut.

Berikut adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi pilihan konsumen dalam menjatuhkan pilihan terhadap suatu produk :

1). Merek. Terkadang konsumen membeli sebuah produk hanya karena mereka percaya pada sebuah merek-merek ternama. Hal ini bisa disebabkan karena gengsi terhadap individu lain jika ia tidak menggunakan merek tersebut. Padahal rata-rata merek ternama memiliki harga yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan produk biasa (memiliki merek, tetapi tidak ternama), tetapi sama-sama memiliki manfaat yang hampir sama.

2). Pengaruh lingkungan dan gaya hidup. Lingkungan biasa nya memberikan pengaruh yang cukup besar pada konsumen. Seperti misalnya, sebuah keluarga sebelumnya hanya memiliki sebuah mobil pribadi untuk transportasi, akan tetapi karena ia tinggal di lingkungan kelas sosial yang tinggi, maka ia merasa memiliki satu mobil tidak cukup. Maka ia membeli sebuah atau bahkan (ada) yang membeli beberapa mobil untuk memenuhi kepuasan nya.

3). Marketing Strategy. Promosi yang dilakukan oleh para perusahaan dalam memasarkan produknya menjadi salah satu pertimbangan konsumen untuk membeli produk tersebut. Promosi yang dilakukan secara gencar, biasanya akan merekrut ketertarikan konsumen untuk membeli produk tersebut.

Selain hal tersebut di atas, kita juga harus memiliki sudut pandang dan manfaat sebelum melakukan pembelian :

1). Sudut Pandang Ekonomi. Setiap konsumen memiliki pendapatan yang berbeda-beda. Sebelum melakukan pembelian, kita sebaiknya mempertimbangkan apakah barang tersebut memiliki cukup manfaat untuk dikonsumsi dan yang palin penting, produk yang akan kita beli tersebut harus sesuai dengan budget yang kita miliki. Seringkali konsumen memaksakan membeli barang di luar pendapatan yang dimiliki. Hal ini justru mengurangi jumlah kebutuhan yang harusnya kita penuhi. Misalnya kita memiliki 4 kebutuhan, yaitu produk A, produk B, produk C dan produk D. Produk A memiliki harga yang tinggi, kita memaksakan untuk membeli produk A.Hasilnya, kita tidak dapat mengkonsumsi produk B,C dan D karena pendapatan kita habis untuk membeli produk A.

2). Sudut Pandang Emosional. Banyak diantara kita yang membeli suatu produk karena hanya "ingin" memiliki produk tersebut tanpa mengetahui manfaatnya dan bahkan sebelumnya kita sudah memiliki produk tersebut dengan manfaat yang sama hanya berbeda bentuk atau merek.

Dengan mengetahui evaluasi yang telah saya deskripsikan tadi, semoga kita menjadi konsumen yang pintar dalam menentukan pembelian produk. Jangan membeli produk hanya karena mengikuti emosi, karena biasanya efek negatif dirasakan ketika kita telah membeli produk tersebut. Ketahuilah detail dari produk yang akan anda beli, agar anda mendapatkan kepuasan dan manfaat yang seeimbang dengan uang yang anda keluarkan untuk mengkonsumsi produk tersebut. Teliti sebelum membeli, karena pada saat ini banyak produsen yang tidak bertanggung jawab yang menipu konsumen untuk meraup keuntungan yang lebih banyak.



Kamis, 04 Oktober 2012

STRATEGI SEGMENTASI PASAR YANG DIGUNAKAN OLEH 711 (SEVEN ELEVEN) MINI MARKET

711 atau yang biasa di sebut dengan "Seven Eleven" merupakan sebuah mini market yang sering di kunjungi oleh para remaja Indonesia, khusus nya Jakarta. Padahal kalau kita perhatikan sekilas, 711 adalah sebuah mini market biasa sama seperti mini market lainnya. Akan tetapi, desain market yang unik dan modern, serta jenis makanan yang di jual di mini market ini berbeda dengan mini market lainnya. Hal ini lah yang menjadi daya tarik 711 untuk menarik segmen pasar khususnya para remaja di Jakarta yang gemar mengahabiskan waktu mereka bersama teman-temannya.

Desain yang di gunakan mini market ini sangat unik dan modern, market ini di penuhi dengan cat berwarna hijau dan menggunakan banyak lampu di dalam market tersebut sehingga market tersebut terlihat sangat mencolok di bandingkan tempat hang out lainnya. Jenis makanan dan minuman juga bervariasi, market ini menyediakan makanan yang jarang di temui di market lain, seperti makanan produk Korea, Jepang, dll. Market ini juga menyediakan berbagai macam beverage food, nachos, dan minuman unik lainnya seperti slurpee. 

Lokasi yang strategis dan memiliki nama yang sudah terkenal, membuat market ini banyak di kunjungi pengunjung. Hampir semua outlet 711 yang di buka di Jakarta terliahat ramai pengunjung. Biasa nya, 711 membuka outlet di tempat-tempat yang kira nya dekat dengan sekolah atau universitas, dan juga tempat-tempat hang out yang terkenal di Jakarta seperti daerah Kemang dan Tebet. Segmen utama market ini sudah jelas adalah para pelajar dan mahasiswa. 

Hal ini juga yang  mendasari para penguasaha untuk membuat mini market dengan konsep yang hampir sama seperti 711. Para pesaing tersebut antara lain CK dan Lawson. Akan tetapi, walaupun banyak pesaing, 711 tetap menjadi tempat favorit bagi para remaja untuk menghabiskan waktu luang mereka.

KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK BLACKBERRY SMARTPHONE

Blackberry smartphone merupakan merek handphone ternama saat ini yang sudah lazim di gunakan oleh banyak orang. Pemakaian Blackberry di Indonesia tidak hanya pada kalangan orang dewasa saja, namun juga para remaja baik itu pria maupun wanita bahkan sama anak-anak yang masih menduduki sekolah dasar ataupun SMP juga menggunakan handphone ini. Mengapa produk ini sangat laris di pasaran? hal-hal apa sajakan yang mendasari para konsumen untuk menggunakan produk tersebut?

Keluarnya produk Blackberry smartphone merupakan hantaman bagi perusahaan-perusahaan handphone milik lain seperti Nokia dan Sonny Ericson. Semenjak Blackberry di luncurkan, masyarakat lama kelamaan mulai meninggalkan merek-merek lama tersebut dan beralih ke Blackberry. Blackberry memiliki beberapa fitur keunggulan yang tidak dimiliki oleh perusahaan handphone lainnya, seperti Blackberry Massanger, aplikasi Twitter yang memang sudah ada di handphone tersebut dan kemudahan akses internet nya.

Hal-hal seperti inilah yang membuat konsumen tertarik untuk menggunakan Blackberry. Sasaran utama para konsumen rata-rata adalah fitur Blackberry Massanger nya, dimana kita bisa chatting dengan sesama BB user tanpa harus mengeluarkan pulsa seperti sms. BBM ini menggunakan paket internet, dan tidak menggunakan pulsa reguler. Selain fitur BBM tadi, Blackberry juga dapat digunakan untuk berbisnis, contohnya online shop. Dengan menggunakan fitur Blackberry Group, kita dapat melakukan bisnis online shop, karena di dalam BBG ini kita bisa mengupload gambar barang yang ingin kita jual dan kita pasarkan kepada member (anggota) yang menjadi group tersebut. Selain BBM dan BBG, kita juga bisa menyampaikan pesan/berita kepada semua contact yang ada pada BBM anda tanpa harus mengetik pesan berulang-ulang dengan menggunakan Broadcast Message. Baik BBM, BBG maupun Broadcast Message ini dapat digunakan dengan pulsa paket internet yang sekarang sudah di sediakan oleh hampir semua provider komunikasi. Bisa di bilang, lebih murah dibandingkan dengan pulsa yang harus kita keluarkan dengan menggunakan handphone biasa.

Harga yang di tawarkan untuk Blackberry smartphone ini bervariasi tergantung tipe handphone masing-masing. Kebanyakan orang menggunakan tipe Gemini karena model nya yang simpel dan harga yang standar. Ada juga tipe Bold, Javaline, Storm, Pearl, dll.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN - PERILAKU KONSUMEN


Tugas Softskill
Nama     : Inesz Cahya Rachmadhani
Kelas     : 3EA01
NPM      : 13210546

Materi :
Proses Pengambilan Keputusan Oleh Konsumen

Setiap konsumen melakukan berbagai macam keputusan mengenai aktifitas kehidupan. Seringkali berbagai macam keputusan harus dilakukan oleh setiap konsumen pada setiap hari. Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Ujang Sumarwan (2004:289) mendefinisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.
Sebelum kita membahas tentang proses pengambilan keputusan oleh konsumen, ada baiknya kita mengetahui tentang perilaku konsumen.
Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memnuhi kebutuhan da keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yg mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (hgh involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial(social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Pada saat konsumen membeli sebuah produk, umumnya konsumen mengikuti suatu proses atau tahapan dalam pengambilan keputusan. Menurut Engel et al. (1994:31-32) dan Lamb et al. (2001:188), ada lima tahapan yaitu :
1. Pengenalan Masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang di hadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
2. Pencarian Informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyeleasikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal)
3. Mengevaluasi Alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengahadapi permasalahan yang dihadapinya.
4. Keputusan Pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
5. Evaluasi Pasca Pembelian (post-purchase evaluation). Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

Selain tahap-tahap pada proses pengambilan keputusan oleh konsumen, terdapat pula faktor-faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian :
1. Motivasi (motivation) = suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Persepsi (perception) = hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
3. Pembentukan sikap (atitude formation) = penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
4. Integrasi (integration) = kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang di ambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

Sumber :
http://noerdblog.wordpress.com/2011/09/04/proses-pengambilan-keputusan-konsumen/

SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI - PERILAKU KONSUMEN


Tugas Softskill

Nama     : Inesz Cahya Rachmadhani
Kelas     : 3EA01
NPM      : 13210546

Materi :

SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI

Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif, bagaimana cara kita mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yg ada di pasar. Hal ini sangat diperlukan dalam bidang bisnis maupun pemasaran.
Berikut salah satu pandangan mengenai segmentasi pasar :
Hermawan Kertajaya : "Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran. Walaupun kita tidak boleh mengiris-iris pasar terlalu kecil, segmentasi pasar tetaplah suatu hal yang harus dipelajari dalam membangun usaha. Pengertian segmentasi pasar sebagai suatu strategi perusahaan tidaklah semata dilakukan dengan cara membedakan produk atau bahkan menciptakan produk baru (product diversification), tetapi didasarkan atas atas perbedaan minat dan kebutuhan konsumen."
Segmentasi pasar juga merupakan pembagian suatu pasar yang heterogen kedalam satuan-satuan pembeli yang homogen, dimana kepada setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan sasaran pasar yang dicapai dengan marketing mix tersendiri. Dengan demikian yang semula pasarnya satu dan luas,kemudian dibagi-bagi atau disegmentasi oleh pemasar menjadi beberapa bagian pasar yang sifatnya homogen.
Peranan Segmentasi Dalam Marketing :
·         Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita
·         Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar
·         Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya
·         Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unit dan cara yg berbeda.
Tujuan Segmentasi Pasar :
-       Pasar Lebih Mudah Dibedakan. Perusahaan cenderung mencari sekelompok konsumen yg bersifat homogen agar lebih mudah untuk memahami selera konsumen dan agar pasar bisa lebih mudah dibedakan dengan kelompok pasar yg lain.
-       Pelayanan Kepada Pembeli Jauh Lebih Baik. Pelayanan sangat dibutuhkan dalam segmentasi pasar. Dalam memenuhi kebutuhannya, rata-rata konsumen ingin memiliki barang dengan kualitas yg bagus, harga yg terjangkau serta ketetapan waktu. Untuk itu, dibutuhkan pelayanan yg baik. Banyak kejadian yg terjadi, konsumen lebih memilih berbelanja di tempat lain karena pelayanan yg kurang memuaskan.
-       Strategi Pemasaran Menjadi Lebih Mengarah. Dapat merencanakan strategi pemasaran yg lebih tajam dan mendalam pada sasaran konsumen yg bersifat homogen, seperti penyusunan marketing mix yg meliputi perencanaan produk, harga, distribusi, pemasaran, dll.
-       Mendesain Produk. Mendesai produk-produk yg lebih responsif terhadap kebutuhan pasar karena hanya dengan memahami segmen-segmen yang responsif terhadap suatu stimuli maka pemasar dapat mendesain produk yg sesuai dengan kebutuhan segmen ini.

Kriteria Segmentasi Pasar Yang Baik :

v  Serupa. Pelanggan dalam segmen pasar sebaiknya se-serupa mungkin berkenaan dengan respon mereka terhadap variabel paduan pemasaran dan dimensi segmentasi mereka.
v  Berbeda. Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
v  Substansial. Segmen harus cukup besar agar menguntungkan.


Variabel Segmentasi :

Ø  Segmentasi Geografi. Membagi pasar ke dalam beberapa bagian geografi yg berbeda, seperti negara, wilayah, kota, dll. Perusahaan akan beroperasi pada satu atau beberapa area geografi yg diperkirakan potensial dan menguntungkan.
Ø  Segmentasi Demografi. Pasar di bagi berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dll. Segmentasi demografi digunakan karena informasi demografi merupakan informasi yg mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market dan memberikan insight tentang trend yg sedang terjadi.
Ø  Segmentasi Psikografi. Dalam segmentasi ini, perilaku konsumen di observasi melalui kelas sosial (social class), gaya hidup (life style), nilai-nilai kehidupan yg di anut (value) dan kepribadian (personality).


Langkah Dalam Mengembangkan Segmentasi :

ü  Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yg di cari, dan situasi pemakaian.
ü  Mendeskripsikan segmen pasar yg diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.


ANALISIS DEMOGRAFI

v  Analisis Kepuasan Konsumen
Kotler (2000) mengatakan bahwa kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara kinerja produk yg ia rasakan dengan harapannya.

1. Komponen Kepuasan Konsumen.
            - Respon : Tipe dan Insensitas. Kepuasaan konsumen merupakan respon emosional dan juga kognitif. Insensitas responnya di mulai dari sangat puas dan menyukai produk sampai sikap yg apatis terhadap produk tertentu.
            - Fokus. Fokus pada performansi objek disesuaikan pada beberapa standar. Nilai standar ini secara langsung berhubungan dengan produk, konsumsi, keputusan berbelanja, penjual dan toko.
            - Waktu Respon. Respon terjadi pada waktu tertentu, antara lain : setelah konsumsi, setelah pemilihan produk atau jasa, berdasarkan pengalaman akumulatif. Durasi kepuasaan mengarah kepada berapa lama respon kepuasan itu berakhir.

2. Jenis Kepuasan Konsumen.
            - Kepuasan Fungsional. Merupakan kepuasan yang di peroleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk.
            - Kepuasan Psikologikal. Merupakan kepuasaan yg diperoleh dari atribut yg bersifat tidak berwujud.

3. Pengambilan Keputusan Konsumen.
            - Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa ia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa di bangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yg di lihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dll.
            - Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yg bisa memenuhi kebutuhannya.
            - Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yg dia peroleh.
            - Keputusan Pembelian. Konsumen memtuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
            - Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa.


v  Analisis Kebijakan  Sosial Konsumen.
Analisis kebijakan sosial konsumen adalah usaha terencana yg berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi terhadap konsekuensi kebijakan-kebijakan sosial yg telah diterapkan. Tindakan kebijakan sosial adalah :
o   Penelitian dan rasionalisasi yg dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yg dilakukan
o   Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar atau salah
o   Pertimbangan politik yg umumnya dijadikan landasan untuk menjamin kemanan dan stabilitas


Sumber :
http://husniaalfaini.blogspot.com/2011/01/perilaku-konsumen-segmentasi-pasar-dan.html